Senat Universitas Udayana Kunjungi Senat Akademik USU
Dipublish Pada
26 Oktober 2018
Dipublish Oleh
-
Delegasi Senat Universitas Udayana Bali melakukan kunjungan ke Senat Akademik Universitas Sumatera Utara dalam rangka melakukan pertukaran informasi seputar pengelolaan senat terkait pelaksanaan tugas dan fungsi, rabu (17/10).
MEDAN – HUMAS USU : Dalam rangka melakukan pertukaran informasi seputar pengelolaan senat terkait pelaksanaan tugas dan fungsi, delegasi Senat Universitas Udayana Bali melakukan kunjungan ke Senat Akademik Universitas Sumatera Utara, Rabu (17/10). Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua Senat Akademik Universitas Sumatera Utara, Prof. dr. Chairul Yoel, Sp. A (K), Sekretaris Senat Akademik USU, Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.S.P., Wakil Rektor II USU, Prof. Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar, M.Ked. (OG), Sp. OG (K), Wakil Rektor III USU, Drs. Mahyuddin KM Nasution, MIT, Ph.D., Wakil Rektor IV USU, Prof. Dr. Ir. Bustami Syam, M.S.M.E, dan para Ketua Komisi dan Sekretaris Komisi Senat Akademik lainnya.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat MWA, Gedung Biro Pusat Administrasi USU, dari pagi hingga siang hari yang diisi dengan presentasi dari Senat Universitas Udayana dan Senat Akademik USU serta diskusi terkait berbagai hal mengenai pengelolaan universitas. Delegasi Senat Universitas Udayana yang berjumlah 13 orang dipimpin oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc.
Ketua Senat Akademik USU, Prof. dr. Chairul Yoel, Sp. A (K), dalam pemaparannya menjelaskan tentang tugas dan fungsi Senat Akademik, wewenang, target kinerja, serta beberapa capaian penting dalam dua tahun terakhir, juga profil USU secara kelembagaan. Khususnya terkait dengan ditetapkannya perolehan akreditasi A dari BAN-PT kepada USU.
Membalas presentasi tersebut, Ketua Senat Universitas Udayana (Unud) juga menyuguhkan penjelasan tentang profil universitas tersebut, yang mencakup sejarah pendirian, visi misi, serta capaian prestasi beberapa tahun belakangan. Universitas Udayana dihitung dari usia pendirian lebih muda 10 tahun daripada USU. Saat ini Unud memiliki 1500 mahasiswa asing dan 28 ribu mahasiswa dalam negeri. Banyaknya mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikannya di Unud ditengarai karena daya tarik destinasi dan budaya yang ada di Pulau Bali. Unud masuk dalam jajaran peringkat ke-17 untuk perguruan tinggi seluruh Indonesia, sementara USU menduduki peringkat 15.
Dalam kesempatan diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Senat akademik USU, Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., MSP, para delegasi Senat Universitas Udayana menanyakan berbagai tips dan tahapan-tahapan untuk peningkatan publikasi ilmiah, riset, dan inovasi sebagaimana yang telah dicapai oleh Universitas Sumatera Utara. Menurut mereka, pertanyaan itu sangat menggelitik untuk diketahui jawabannya mengingat perkembangan USU yang sangat pesat dan luar biasa. Juga mengenai pengelolaan manajemen universitas, serta bagaimana cara yang ditempuh oleh Senat Akademik USU untuk mengkomunikasikan fungsi, peran, dan wewenangnya dengan baik.
Juga ditanyakan mengenai inovasi USU yang telah sukses dikembangkan menjadi industri, serta kiat-kiat yang digunakan untuk menghasilkan income generating.
Dalam jawabannya, Prof. Dr. Harmein Nasution, M.S.I.E., selaku Ketua Komisi Penelitian, Pengembangan, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Inovasi Senat Akademik USU, menjelaskan bahwa lembaga riset yang ada di USU menerapkan kepada para dosen untuk membuat skema penelitiannya dari hulu ke hilir dan dibuat road map proses penelitiannya. Dengan demikian, setiap penelitian yang dilakukan telah direncanakan dengan rapi dari awal hingga produk akhir serta jalur pemasarannya. Selain itu, USU juga memiliki student entrepreneurship yang bertugas mengajak para dosen dan alumni untuk belajar menjadi pengusaha. USU juga memiliki CIKAL yang berperan menciptakan industri kecil andalan.
Meskipun demikian, lanjut Prof. Harmein, USU masih menghadapi kendala hilirisasi yang tak terlepas dari teknologi, mengingat Indonesia masih sangat tergantung dengan teknologi impor.
Dalam kesempatan selanjutnya, diskusi berkembang menjangkau banyak pokok bahasan yang pada intinya saling memberikan masukan dan informasi yang membangun bagi kedua institusi. (Humas)